About

Pamulang-20130108-00008

Ngapain ya ….

Saya, Ale lahir di cirebon 13 September 1985, kehidupan keluarga saya yang memotivasi diri saya untuk bangkit dan melakukan perubahan keluarga petani bisa meraih sukses bukan sebagai petani. Setelah lulus SMP saya mencoba peruntungan ikut dengan Ua (Kakak dari Bapak) untuk melanjutkan sekolah, Setelah 6 bulan bersama dengan Ua dan janji palsu saya nekat keluar rumah dan berkerja free lance sebagai sales columbia.

Pertemanan saya dengan Asep Gunawan teman sekelas saya membuat saya mengenal Ayub Wahyudi, sosok yang bijaksana dan berfikiran positif membuat saya banyak belajar tentang nilai-nilai kehidupan, selain Ayub ada juga Irene Cahyadi yang mengajarkan tentang konsep keuangan, Ibu Ester yang menanamkan nilai-nilai kebenaran dan kejujuran, Pak Uum yang pernah menghukum saya berlutut selama 2 Jam tapi berkat beliau saya bisa seperti ini.

Saya meninggalkan pekerjaan saya sebagai sales Columbia dan menerima tawaran Ko Ayub ikut mengurus ternak Ayam,
Karena flu burung akhirnya kami berhenti bekerja sebagai pengurus ayam dan berjulan aksesories di Alun-alun Sumedang, seiring berjalannya waktu saya lulus SMA dan bekerja sebagai tenaga pengajar TK. Kristen Sejaterah dan siaran di radio sekolah SUPEL (SUara PELajar) berawal dari siaran di radio SUPEL saya mendapatkan beberapa kesempatan untuk menjadi Master of Ceremony di beberapa acara ulang tahun dan seminar di Sumedang, Keputusan Presiden yang menetapkan team pengajar dan pendidik harus S1 dan memiliki AKTA IV membuat saya terpaksa mengundurkan diri.

Setelah berhenti mengajar saya mencoba peruntungannya memulai karier sebagai seorang Master of Ceremony, keseriusannya menekuni bidang tersebut memberanikan dirinya hijrah ke Jakarta untuk mencoba peruntungannya di Jakarta, Kehidupan di Jakarta tidak seperti yang bayangkan, mengalami kesulitan ekonomi membuat saya terpaksa berjualan Batogor keliling komplek bersama Suwardi Kakak saya di Tanjung Priok.

Hanya 3 hari ia berjualan batagor, saya di terima bekerja sebagai staff oprasional di PT. ATLAS Prasetya Perusahaan Advertising di Jakarta Barat, setelah 1 tahun bekerja tidak ada perubahan yang signifikan saya memutuskan berhenti berkerja dan mencoba berniaga di Tanjung Priok, keputusan untuk berniaga bukan keputusan yang tepat yang saya ambil,  saya kembali berkerja di sebuah perusahaan Travel Agent Roneela Tour and Travel.

Setelah tabungan terkumpul saya berniat untuk melanjutkan Kuliah, sayangnya Manager dari Roneela Tour and Travel tidak mengijinkan saya untuk kuliah dan karena ada beberapa hal saya memutuskan mencari pekerjaan lain,  ternyata dewi keberuntungan masih berpihak pada saya setelah 150 aplikasi lamaran saya kirimkan melalui kantor pos, ratusan aplikasi saya kirim melalui email akhirnya  saya di terima berkerja di NAB sebagai management conten, di NAB juga saya mendapatkan kesempatan bisa kuliah.

Rizki Claudio rekan sekerja saya, ia seorang MC, dialah yang memberikan kesempatan pertama kali kepada menjadi MC menggantikannya, berkat kesempatan menggantikan Rizki jalan menjadi Master of Ceremoni terbuka lebar dan tidak jarang saya mendapatkan side job di setiap week end.

Kesempatan demi kesempatan saya maksimalkan dan berhasil menerima contrak dari beberapa Vendor untuk promo road show, karena mulai sibuk dengan kegiatan off air saya berhenti berkerja dan fokus dengan pekerjaan yang saya cintai, saya menekuni bidang Public Speaking dan ingin serius di bidang ini, dunia entertaint memang selalu ramai tapi berbanding terbalik dengan pekerjaan yang terima semakin sedikit dan semakin tidak menentu pendapatan yang saya terima..

Keputusan untuk mencari pekerjaan yang tetap harus saya ambil demi kelangsungan kuliah saya dan kehidupan di Jakarta, kembali saya berkutat membuat CV dan mengirimnya, beruntung ada teman saya yang merekomendasikan saya untuk bekerja sebagai trainer di Tumble Tots Kemang, meskipun dengan gaji pas-pasan saya berusaha menyisihkan sebagian pendapatan saya untuk modal online store bernama Modiste Palace.

Modiste Palace ada aliran dana ke dua saya, seiring berjalannya waktu Modiste Palace pernah bangkrut dan pernah mengalami masa jaya, saat Modiste Palace berhasil mendapatkan keuntungan melebehi gaji yang saya terima saya memutuskan untuk berhenti bekerja dan fokus di Online Store Modiste Palace, bersama dengan Nurtanto sahabat saya kami bersama-sama membangun Modiste Palace agar bisa tetap eksis dan berharap bisa bersaing di pasar nasional.

Kerinduan saya akan dunia Public Speaking dan Dunia Anak-anak membuat saya berusaha mencari celah dan kesempatan bisa terjun kembali di dunia tersebut Kampung Dongeng adalah rumah yang tepat buat saya, saya bisa berkecimpung di dunia anak dan pendidikan moral sekaligus saya bisa mengasah kemampuan Public Speaking saya, ketika Kak Awam pendiri dari Kampung Dongeng membuat workshop atau seminar.

Sebelum saya full time di Kampung Dongeng saya membekali diri untuk serius di Public Speaking, saya pun mengikuti kelas public speaking di Tantowi Yahya Public Speaking School di tahun 2012 meskipun dengan pendanaan yang pas-pasan saya tidak kuatir karena ada Modiste Palace.

September 2012 saya memutuskan full time di Kampung Dongeng bersama Kak Awan dan relawan lainnya, disini saya banyak belajar hidup bukan sekedar di ukur dengan uang tapi memberikan manfaat bagi orang lain.

Banyak pelajaran yang di dapatkan dari Kampung Dongeng dan relawan Kampung Dongeng memantapkan saya untuk meningkatkan kesadaran pendidikan usia dini tanah kelahirannya saya memberanikan diri membuka PAUD ASAH Learning bersama dengan Kakak saya Sumiyati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s